Belajar Cara Ternak Ulat Hongkong Untuk Pemula

Cara ternak ulat hongkong yang mudah dan memiliki pasar yang luas menjadi dasar kenapa ternak ulat hongkong sampai saat ini masih terus ada. Coba sobat perhatikan disekitar tempat tinggal, ada gak yang memlihara ikan louhan ikan arwana, burung cucak ijo atau burung murai batu? Bila ada, saatnya sobat mencoba keberuntungan dengan bisnis ulat hongkong, sebab ulat ini merupakan makanan dari hewan peliharaan seperti ikan hias dan burung kicau.

Ulat hongkong dalah larva kecil sebelum bermetamorfosis menjadi kempompong dan kemudian metamorfosis lagi menjadi seekor kumbang. Menggeluti usaha ternak ulat hongkong terbilang menjanjikan dan medatangkan keuntungan yang besar karena ulat ini digunakan untuk pakan hewan reptil, burung, unggas dan lain sebagainya. Jenis ulat ini memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga bagus untuk mengoptimalkan perkembangan hewan peliharaan maupun hewan ternak.

Ada banyak sekali jenis ulat disekitar kita, biar sobat tidak salah membedakanya harus tau ciri-ciri ulat hongkong ini. Bila diilihat dari fisiknya, ulat ini terlihat mengkilap, berwarna kuning kecoklatan, bergerak lincah dan saat dewasa panjang maksimal tubuhnya 15 mm.

Jika ulat sudah dewasa namun tubuhnya tampak pucat, itu menandakan sedang mengalami stress yang disebabkan dari berbagai hal.

Memulai beternak ulat hongkong tidak memerlukan biaya dalam jumlah besar seperti yang sobat perkirakan. Sobat bisa memulainya kapan saja dan masa panen membutuhkan waktu yang relatif singkat. Hal tersebut menandakan sobat bisa memanen ulat hongkong dalam waktu singkat dan uang modal yang dikeluarkan cepat kembali tentunya dengan keuntungan yang menggiurkan.

Apabila sobat tertarik untuk mencoba budidaya ulat hongkong, peluang bisnis dari budidaya ini masih sangat lebar. Namun sebelum sobat memulainya, harus tau dulu seperti apa cara budidaya ulat hongkong pemula yang benar serta tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Penasaran kan? Simak sama-sama ulasanya dibawah ini.

Cara Ternak Ulat Hongkong Yang Benar Untuk Pemula

Menyiapkan Kandang
Sama halnya seperti saat memulai ternak ayam kampung, kandang langkah awal yang perlu sobat persiapkan. Kandang ulat hongkong sederhana sekali, bida menggunakan baskom plastik, nampan plastik maupun kontainer plastik yang bisa sobat beli di supermarket.

Kandang ulat hongkong yang bagus panjangnya 60 cm, dengan lebar 40 cm dan tingginya 7 cm. Bila menggunakan kandang yang terbuat dari kaya atau triplek, pada bagian setiap bagian sisi dilapisi dengan lakban agar ulat tidak bisa memanjat keluar.

Tempat yang digunakan untuk beternak tidak perlu terlalu luas. Bisa menggunakan ruangan atau kamar didalam rumah yang sudah tidak digunakan. Selama tempat tersebut aman dari predator, maka bisa digunakan untuk kandang ulat hongkong.

Pemilihan Bibit Indukan
Setelah persiapan kandang selesai, berikutnya sobat memilih bibit indukan. Indukan ulat hongkong yang bagus mempunyai panjang 15 mm, tubuhnya terlihat mengkilap, berwarna kuning kecoklatan, gemuk dan bergerak lincah.

Tempat beli bibit indukan yang bagus sebaiknya ditempat budidaya yang sudah terkenal dan sering menjadi rekomendasi untuk pemula yang ingin memulai memelihara ulat hongkong untuk ternak.

Dalam satu wadah hanya diisi 500 sampai 1000 ekor ulat hongkong. Tujuanya agar perkembangan ulat bisa optimal dan berubah mnejadi kepompong secara bersamaan pada hari ke 7 hingga hari ke 10. Setelah itu kepompong berubah menjadi kumbang kepik, kumbang bertelur dan menghasilan larva (ulat hongkong) dalam jumlah yang lebih banyak.

Merawat Ulat Hongkong Agar Tidak Mati
Ulat ini dapat tumbuh optimal bila suhu kandang berada di angka 29 hingga 30 derajat celcius. Pakan ulat hongkong yang bagus berupa bekatul, ampas tahu, selada, apel dan labu.

Untuk pakan ulat hongkong yang baru menetas bisa sobat berikan ampas tahu dan dedak (bekatul). Jangan memberikan pakan terlalu banyak, berikan pakan sebanyak 400 gram setiap empat hari sekali. Bila dalam empat hari pakan tidak habis, segera buang sisanya untuk menjaga kesehatan ulat.

Cegah Ulat Hongkong Terkena Penyakit
Ada dua indikasi yang menunjukan ulat sedang terkena penyakit. Pertama, warna pada kulit ulat terlihat kuning kehitaman. Jika hal ini terjadi, segera kurangi pemberian pakan berupa dedak dan sayuran. Indikasi yang kedua ialah ulat mati dan kulit berwarna merah, hal itu menandakan ulat terserang penyakit yang menular. Kurangi pemberian pakan yang basah atau mengandung kadar air tinggi.

Masa Panen
Umur ulat hongkong siap panen bila sudah memasuki 50 hari atau 1.5 bulan. Lakukan pemilihan ulat yang layak untuk dijual dan tidak layak dijual. Pisahkan keduanya ke tempat yang berbeda untuk memudahkan dalam menjual ulat hongkong yang layak dijual.

Menurut informasi terbaru yang saya peroleh dari pedagang pakan burung, harga ulat hongkong sekarang ini kisaran Rp 20.000 hingga 30.000 per kilonya.

Jangan Takut Untuk Mencoba

Seoarang ahli ternak dulunya juga berawal dari seorang pemula yang berani mencoba dan tidak takut gagal. Yakinlah pada diri sendiri bila sobat bisa menjadi peternak ulat hongkong yang sukses dan memiliki uang banyak dari hasil berternak.

Cara ternak ulat hongkong sudah saya sampaikan dengan jelas, sekaranglah saatnya sobat untuk mencoba sambil mempelajari apa yang terjadi selama proses pembibitan hingga masuk ke masa panen. Pasar bisnis ulat hongkong terbuka lebar, karena ulat ini dibutuhkan untuk pakan utama berbagai jenis hewan peliharaan, reptil maupun hewan ternak.