Cara Budidaya Lobster Air Tawar di Kolam Terpal

Apakah sobat tertarik mempelajari cara budidaya lobster air tawar untuk mendapatkan hasil panen lobster yang sehat dan melimpah? Artikel ini bisa sobat pwhm jadikan panduan.

Lobster berasal dari keluarga crustacea yang mempunyai harga jual tinggi dan permintaan pasar yang terus ada. Harga yang tinggi disebabkan karena hewan lobster mempunyai rasa yang lezat bila diolah menjadi masakan, mengandung banyak gizi yang dibutuhkan tubuh serta sedikit kandungan air. Permintaan hewan air tawar ini terus mengalami peningkatan sehingga banyak orang yang mecoba ternak lobster air tawar.

11 Cara Sukses Budidaya Lobster Air Tawar

Untuk memulai usaha budidaya udang lobster, sebaiknya sobat pwhm mempersiapkan beberapa keperluan poko dibawah ini

Memilih Lokasi Budidaya
Sebenarnya lokasi budidaya bukan suatu hal yang begitu penting untuk diperhatikan, apalagi jika masih dalam skala kecil atau rumah tangga. Sebab sobat bisa melakukan budidaya dimana saja tanpa harus menyiapkan lahan berukuran besar. Akan tetapi, jika sobat ingin budidaya lobster air tawar dalam skala yang besar, pemilihan lokasi menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Pemilihan lokasi budidaya udang lobster dalam skala besar sebaiknya jauh dari kawasan industri pabrik, lahan yang sangat luas dan mudah mendapatkan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan budidaya tersebut serta aman dari gangguan apapun.

Menyiapkan Bak Tempat Tinggal Lobster
Bak atau kolam terpal adalah tempat tinggal selama sobat memelihara lobster air tawar hingga masa siap panen. Kolam terpal juga bisa digunakan sebagai tempat memelihara induk serta pembesaran anak lobster yang baru lahir. Bentuk dari kolam terpal bisa segi empat, persegi panjang maupun lingkaran.

Ukuran kolam terpal untuk lobster idelanya 200 cm x 50 cm, lebih besar malah lebih bagus karena lobster memerlukan ruang gerak yang cukup. Hati-hati saat memilih terpal yang nantinya sobat gunakan sebagai kolam. Pilihlah terpal plastik yang tebal dan tahan segala cuaca agar tidak cepat rusak.

Memilih Indukan Lobster Yang Bagus
Untuk menghasilkan bibit lobster yang bagus dan berkualitas, sobat pwhm perlu memilih indukan jantan dan betina yang memiliki kualitas. Induk lobster yang bagus ciri-cirinya pertumbuhan lebih cepat dibanding dengan indukan yang lain, tubuhnya gemuk dan mengnadung banyak nutrisi. Ukuran indukan lobster yang siap kawin berkisar 7 cm hinnga 10 cm.

Sumber Air Bersih Yang Memadai
Air kebutuhan utama lobster dan sobat harus selalu memastikan air dalam kolam mampu memenuhi kebutuhan lobster agar tidak mati. Sobat bisa menggunakan sumber air tawar yang berasal dari air pam maupun air sumur yang sudah diolah sebelum digunakan.

Air yang bagus untuk memelihara lobster air tawar mengandung pH 7-8 dengan suhu 20 hingga 24 derajat celcius dan tingkat kesadahan air tawar antara 10 sampai 12 dH. Sedangkan kandungan O2 yang dimiliki air minimal 7 ppm dan CO2 maksimalnya sebanyak 10 ppm.

Aerator
Setiap kolam lobster sebaiknya sobat pwhm beri Aerator. Kehadiran alat ini sangat penting karena sebagai penyuplai oksigen untuk hewan lobster. Bila kolam tidak diberi Aerator, air miskin kandungan oksigen dan meyebabkan kematian pada lobster yang sobat pelihara. Harga Aerator saat ini berkisar Rp 35.000 hingga Rp 400.000 yang termahal.

Pipa Paralon Ukuran 1 Inch
Pipa paralon digunakan Lobster sebagai tempat bersembunyi dan berlindung dari sinar matahari yang berlebih. Letakan 3 atau 4 paralon berukuran 1 inchi di setiap kolam dan panjangnya seperrempat dari panjang kolam. Kolam tidak perlu diberikan pipa paralon bila lokasinya terlindung dari sinar matahari langsung.

Mengendalikan Hama Penyakit
Hama penyakit yang sering menyebabkan bibit lobster mati berasal dari sisa pakan dan kotoran lobster yang mengendap di dasar kolam. Untuk mengendalikan hama ini, sobat bisa mengganti air seminggu sekali atau bila dasar kolam sudah terlihat banyak kotoran.

Proses Pengawinan Induk Lobster
Cara budidaya lobster air tawar di kolam terpal yang tidak boleh sobat lewatkan yaitu proses pengawinan induk Lobster. Indukan lobster yang berusia 3 bulan atau 4 bulan dan sudah ada bintik merah pada capitnya mendakan sudah masuk masa kawin. Lama proses perkawinan induk lobster kurang lebih selama 2 minggu.

Kolam yang digunakan untuk proses pengawinan di huni 5 ekor lobster jantan dan 10 ekor lobster betina. Jumlah betina harus 2x dari jumlah jantan dalam masa kawin lobster jantan bisa mengawini 2 sekaligus lobster betina. Lobster jantan dan betina yang sedang kawin bisanya membentuk huruf Y selama beberapa menit. Setelah sperma lobster jantan tertanam, lobster betina akan pergi menyendiri.

Selang beberapa waktu betina mengeluarkan telur dalam jumlah banyak melalui lubang yang berada di dekat ekor. Pada minggu pertama, telur yang berada di ekor bertina akan tertutup rapat dan terlihat jelas setelah minggu ke dua.

Pengeraman, Pematangan Dan Penetasan Telur
Memasuk minggu ke dua atau meinggu ketiga setelah jantan menanamkan spermanya ke betina, telur-telur hasil proses pengawinan sudah menempel di kaki lobster betina, inilah waktu yang tepat memindahkan betina ke kolam khusu pematangan dan penetasan telur.

Telur mengalami bebera fase perubuahan, dimana untuk minggu kedua bentuk telur masih bulat seperti telur pada umumnya. Masuk miggu ketiga mulai terlihat bintik-bintik pada telur yang menandakan mulai terbentuknya embrio. Masuk minggu ke empat, bagian sungut, capit dan kaki pada anakan lobster mulai tumbuh dan terlihat. Pada fase tersebut anakan lobster masih belum bisa hidup mandiri, oleh karenanya anakan masih menempel pada induk betina.

Memasuki minggu ke lima seluruh bagian kuning telur terlepas secara berlahan dan anakan lobster dilepas induknya agar bisa mencari makan sendiri dan bertahan hidup. Setelah anakan lobster dilepas, induk lobster jangan langsung dipindahkan, tunggu kurang lebih selama 4 hari.

Pemindahan induk lobster bertujuan agar induk dapat berganti kulit dan beristirahat. Pemindahan ini juga berguna untuk mencegah induk lobster memakan anak-anaknya karena lobster termasuk jenis hewan pemakan segala atau kanibal.

Perawatan Benih Lobster
Agar benih lobster air tawar dapat berkembang dan tumbuh maksimal, sobat pwhm harus memberikan perawatan yang maksimal pada benih.

Makanan kesukaan benih lobster air tawar ialah cacing beku atau cacing suter, karena anakan lobster belum mampu memakan umbi dan sayuran. Benih lobster diberi makan 2x dalam sehari, pagi dan sore hari dengan takaran posri 3% dari ukuran tubuhnya.

Memberikan pakan jangan terlalu banyak, jika terlalu banyak sisa makanan mengendap didasar kolam dan menjadi sumber penyakit yang sangat membahayakan kesehatan benih lobster.

Masa Panen Lobster
Benih lobster yang sudah berusia 20 hari dan memiliki panjang tubuh 2 cm, menandakan sudah siap di panen. Saat memanen bisa menggunakan wadah baskom plastik berukuran besar. Memanen benih lobster disarankan pagi hari sekitar jam 9 ditempat terbuka dan air dalam baskom mempunyi kadar air yang sama dengan kolam perawatan benih.

Oh ya, sobat jangan menggunakan bekas air di kolam ya. Alangkah baiknya jika sobat memberikan air bersih dan kadar airnya sama dengan seperti air kolam. Bisa berbahaya kalu sobat menggunakan air bekas.

Setelah selesai panen benih lobster air tawar, selanjutnya sobat pwhm melakukan pembesaran pada bibit tersebut hingga layak untuk dijual atau dikonsumsi sendiri.

Cara budidaya lobster air tawar di kolam terpal ini sangat disukai oleh peternak lobster lokal maupun luar negri. Modal yang diperlukan kecil, tidak memerlukan lahan yang luas, pemeliharaan mudah dan bisa lobster bisa dijual sehingga peternak mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang besar. Sobat tertarik juga untuk mencobanya?