Cara Membuat Pupuk Kandang Dari Kotoran Ayam

Bagi para pecinta berkebun, pupuk merupakan salah satu barang yang sangat utama dalam menjaga kesuburan tanaman mereka. Ada banyak jenis pupuk dan salah satunya adalah pupuk kandang. Dari sekian banyak bahan, cara membuat pupuk kandang dari kotoran ayam adalah yang paling populer.

cara membuat pupuk kandang dari kotoran ayam

Selain karena pembuatannya mudah, bahan bakunya juga mudah ditemukan. Pupuk yang masuk ke dalam pupuk organik ini semakin banyak diminati, terlebih karena gencarnya kampanye green living demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Kelebihan Pupuk Kandang Dari Kotoran Ayam

Sebelum membahas tentang kelebihan pupuk organik ini, mungkin belum banyak yang paham apa itu sebenarnya pupuk kandang. Pupuk kandang adalah pupuk yang menggunakan bahan dasar berupa kotoran binatang, bisa kambin, sapi maupun ayam. Ketiganya serupa tapi tak sama. Hal yang membedakan adalah kandungan zat hara yang dimiliki masing-masing pupuk.

Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam adalah :

  1. Hemat

Bahan dasar pembuatan pupuk ini adalah kotoran ayam, yang tentunya sangat mudah untuk ditemui. Selain itu bahan lain seperti dedak, sekam dan bahan lainnya juga sangat mudah untuk ditemukan. Harga dari bahan-bahan tersebut juga cukup terjangkau, jadi bisa dikatakan pupuk ini sangat hemat, terlebih lagi cara membuatnya yang mudah dan tidak memakan waktu lama.

  1. Cocok Untuk Sayuran

Kandungan zat hara yang dikandung oleh pupuk kandang dari kotoran ayam sangat berguna untuk pemupukan tanaman, khususnya sayuran. Sayuran seperti kacang tanah, mentimun, sayuran hijau dan masih banyak yang lain, membutuhkan zat hara yang terkandung di dalam pupuk kandang kotoran ayam.

Pupuk kandang cocok digunakan untuk tanaman dengan umur panen yang pendek. Selain itu, pupuk kandang dapat menjaga tanaman dari hama karena pertumbuhan akar tanaman yang stabil sehingga kondisi tanaman pun stabil dan sehat.

Selain untuk sayuran, pupuk kandang untuk tanaman hias juga Sobat coba terapkan jika memang menyukai berkebun dengan tanaman hias. Tidak ada patokan pasti berapa banyak yang harus digunakan, semua tergantung dari kepekatan hasil pupuk kandang buatan Sobat.

  1. Kaya Nutrisi

Walaupun berasal dari bahan yang alami namun nyatanya pupuk kandang tidak kalah dengan pupuk pabrikan dalam hal nutrisi. Ada tiga nutrisi penting yang terkandung di dalam pupuk kandang yang prosentasenya cukup tinggi yaitu Nitrogen, Posfor dan Kalium. Ketiga nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk bisa tumbuh subur.

Selain itu karena nutrisinya yang tinggi maka pupuk kandang juga mampu membuat tanah yang semula gersang menjadi subur. Sifat nutrisinya yang alami membuat pupuk kandang lebih mudah diurai dan juga tidak berbahaya untuk lingkungan.

  1. Tidak Menimbulkan Bau Busuk

Bagi Sobat yang belum pernah membuat pupuk kandang, mungkin berpikir bahwa nantinya pupuk ini akan berbau busuk karena terbuat dari kotoran. Padahal, jika sudah jadi kompos dan suhu akhirnya sudah mencapai 28 derajat celcius, maka bau kotoran ayam sudah tidak akan tercium lagi. Jadi pupuk kandang ini tidak akan mengganggu indera penciuman Sobat.

Baca juga : Cara membuat pupuk kompos dari daun kering

Alat dan Bahan Pembuatan Pupuk Kandang

Menggunakan Pupuk Organik Cair

  1. 20 kg kotoran ayam
  2. 20 kg sekam padi yang sudah digiling
  3. 1 kg dedak
  4. 1,5 ml Pupuk Organik cair
  5. 1,2 kg Gula merah
  6. Secukupnya Air bersih
  7. Wadah dengan penutup untuk menyimpan
  8. Pengaduk
  9. Terpal, plastik atau karung goni

Menggunakan EM4 (Bentuk Kompos)

  1. 15 Kg Kotoran ayam
  2. 10 ml EM4
  3. 10 ml Molases
  4. 1 liter Air
  5. 5 kg Sekam
  6. 0,5 kg Dedak
  7. Wadah
  8. Plastik

Menggunakan eM4 (Bentuk Pupuk Cair)

  1. 1 kg Kotoran Ayam
  2. 10 gram Gula Pasir (Atau bisa juga menggunakan tetes tebu)
  3. 5 liter Air bersih
  4. Wadah dengan penutup
  5. Pengaduk
  6. 2,5 liter EM4 yang sudah dicairkan dan diaktifkan

Menggunakan Ragi Tape

  1. 1 kg Kotoran Ayam
  2. 10 gram Gula Pasir (Atau bisa juga menggunakan tetes tebu)
  3. 5 liter Air bersih
  4. Wadah dengan penutup
  5. Pengaduk
  6. 3 gram Ragi Tape

Cara Membuat Pupuk Kandang dari Kotoran Ayam

Dengan MBio

  1. Campur air, gula merah dan pupuk organik cair. Aduk rata kemudian sisihkan. Tunggu hingga 12 jam sebelum dicampur dengan bahan lain.
  2. Di atas ubin yang kering, campur dan aduk rata sekam padi, kotoran ayam dan dedak. Tuangkan campuran larutan pupuk organik cair ke atasnya.
  3. Lakukan proses pengomposan dengan cara menutup campuran bahan di atas dengan terpal maupun penutup lain yang sudah disediakan.
  4. Setiap lima jam sekali, aduk kembali semua bahan tersebut. Lakukan pengadukan ini hingga 5 hari lamanya. Jika selesai mengaduk, jangan lupa untuk menutup kembali adonan tersebut.
  5. Jika sudah menunggu proses pengomposan selama lima hari, maka pupuk sudah siap digunakan.

Membuat Pupuk Kandang dengan Starter EM4 (Bentuk Kompos)

  1. Lakukan pengaktifan EM4 dengan cara mencampur dan mengaduk rata Em4 dengan molases dan air. Diamkan selama 24 jam.
  2. Campur kotoran ayam, sekam dan dedak kemudian tuang EM4 ke atasnya. Aduk rata kemudian tutup dengan plastik. Pengomposan ini dilakukan selama 8 hari.
  3. Setiap tiga hari, buka plastik penutup dan lakukan pengadukan bolak-balik. Tutup kembali dan lakukan pengadukan lagi tiga hari kemudian.
  4. Setelah hari ke delapan sejak pengomposan dimulai, pupuk kandang sudah siap digunakan.

Membuat Pupuk Kandang dengan EM4 (Bentuk Pupuk Cair)

  1. Siapkan wadah dan masukkan kotoran ayam, EM4, gula dan air. Aduk hingga rata.
  2. Tutup wadah dengan plastik kemudian ikat hingga benar-benar tersegel.
  3. Keesokan harinya, buka penutup dan lakukan pengadukan. Tutup kembali tempat pengomposan.
  4. Lakukan pengadukan setiap hari hingga pupuk kandang siap digunakan.
  5. Biasanya pupuk akan siap setelah 34 hari dari sejak waktu pengomposan.
  6. Periksa pupuk, jika sudah tidak terjadi perubahan warna dan suhu, serta tidak berbau, maka pupuk sudah siap digunakan.

Membuat Pupuk Kandang dengan Ragi Tape

Alat, bahan serta cara membuat pupuk kandang dari kotoran ayam dengan memakai ragi tape sebagai starter bakterinya, sama dengan cara ketika menggunakan EM4. Jadi Sobat bisa melihat lagi ke atas dan tinggal mengganti EM4 dengan ragi tape.

Keunggulan Pupuk Kandang Kotoran Ayam

Manfaat pupuk kandang dan keunggulannya dibandingkan dengan pupuk anorganik ternyata sangat terasa. Selain bisa digunakan sebagai pupuk, ternyata pupuk kandang juga memiliki keunggulan lain yang bisa dimanfaatkan seperti di bawah ini:

  1. Menggemburkan Tanah Liat

Ketika akan menanam maka media yang diperlukan tentulah tanah yang gembur dan subur. Namun kadang kala karena sudah sering digunakan sebagai media tanam, tanah bisa kehilangan unsur haranya dan menjadi liat.

Untuk mengembalikan kesuburan tanah liat ini, Sobat bisa menggunakan pupuk kandang. Caranya cukup mudah, hanya mencampur pupuk dengan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam. Tunggu selama kurang lebih satu minggu sebelum tanah siap untuk digunakan kembali.

  1. Pakan Ternak Ikan Lele

Biasanya ketika memiliki usaha peternakan ayam, maka juga sekaligus memiliki usaha peternakan lele. Salah satu penyebabnya adalah pupuk ini juga dapat digunakan sebagai pakan lele. Campuran dedak, sekam serta kotoran ayam yang sudah difermentasi ternyata juga baik untuk lele. Cara ini tentu lebih murah dibandingkan harus menyediakan pelet dan pakan nutrisi lainnya.

Tentu saja Sobat harus sedikit berusaha dan menunggu karena pembuatan pupuk kandang yang memang membutuhkan waktu. Namun tidak usah kuatir sebab nantinya ikan lele akan lebih sehat karena diberi pakan alami yang tidak menggunakan kimia dan bahan pengawet.

  1. Campuran Bahan Pupuk Bokashi

Pupuk bokashi juga merupakan pupuk organik yang kebanyakan dibuat dari tanaman maupun sampah organik lainnya. Untuk mempercepat proses fermentasi dan pengomposan sisa makanan tersebut, maka digunakan pupuk kandang sebagai katalisatornya.

Pupuk bokashi sangat populer karena proses pembuatannya yang cepat, hanya membutuhkan waktu 1 hari hingga dua minggu dari sejak pembuatan hingga bisa digunakan. Pupuk ini cocok diproduksi skala rumahan maupun industri.

  1. Penghasil Bahan Bakar Gas Bio

Tentunya Sobat masih ingat ungkapan hangat-hangat tahi ayam, bukan? Memang yang akan dibahas bukan arti ungkapan tersebut, tetapi memang tahi ayam yang segar pastilah panas dan berbau. Panas dan bau inilah yang nantinya bisa digunakan sebagai penghasil gas bio atau gas alami hasil fermentasi kotoran ayam.

Maka dari itulah Sobat tidak bisa menggunakan kotoran ayam langsung sebagai pupuk. Sebab tanaman akan mati karena panas dan gas yang dihasilkan oleh pengomposan kotoran ayam tersebut. Agar bisa digunakan maka kotoran ayam harus melalui proses seperti di atas, sedangkan gas yang dihasilkan bisa diolah lagi guna menjadi bahan bakar pengganti minyak.

Sobat, ternyata cara membuat pupuk kandang dari kotoran ayam tidaklah sukar. Penggunaannya pun gampang, tergantung dari luas lahan, jenis tanah serta tanaman yang akan Sobat tanam. Selain caranya yang mudah, pupuk ini juga tidak kalah dengan pupuk pabrikan dan yang terpenting tentunya adalah ramah lingkungan.

Baca juga : Cara membuat pupuk organik cair