Cara Membuat Pupuk Organik Cair untuk Semua Tanaman

Saat ini ada begitu banyak ragam pupuk organik yang bisa dengan mudah dijumpai. Salah satunya pupuk organik cair. Pupuk organik cair sangat bagus digunakan untuk memperbaiki struktur tanah sekaligus menyehatkan lingkungan. Untuk mendapatkan pupuk organik cair, Kamu tidak perlu lagi membeli. Kamu sendiri bisa langsung membuatnya. Cara membuat pupuk organik cair sangat gampang dan super simpel.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

Hanya dengan menggunakan peralatan dan bahan sederhana saja, Kamu sudah bisa mendulang manfaat dari pupuk organik cair. Daripada membeli, tentu ada baiknya untuk membuat sendiri. Selain bisa memperoleh hasil lebih banyak, Kamu juga bisa jauh lebih banyak merasakan manfaatnya. Bagaimana proses pembuatanya? Tim pwhm mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu yang suka tanaman.

Manfaat Pupuk Organik Cair untuk Tanaman

Apa itu pupuk organik cair? Jenis pupuk ini merupakan pupuk dari bahan alami yang diproses sedemikian rupa guna memaksimalkan hasil pertanian dan perkebunan. Pupuk ini memiliki segudang manfaat bagi pertumbuhan tumbuhan serta kesehatan lingkungan di antaranya seperti berikut.

  1. Menyehatkan lingkungan

Pupuk organik cair sangat bagus untuk menyehatkan lingkungan. Tidak heran jika belakangan ini produksi pupuk organik cair di Indonesia meningkat pesat. Pada dasarnya bahan pembuatan pupuk organik ini tidak lain berasal dari sampah hasil rumah tangga sehari-hari. Nantinya, sampah-sampah tersebut akan didaur ulang menjadi pupuk organik cair yang bagus untuk menyehatkan lingkungan.

  1. Guna merevitalisasi produktivitas tenah

Tahukah Kamu bahwa penggunaan pupuk anorganik secara kontinyu bisa merusak kondisi hara dalam tanah. Di samping itu, lama kelamaan tanah bisa menjadi keras sehingga bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Lain halnya dengan pupuk organik cair yang justru bisa merevitalisasi produktivitas tanah. Pupuk ini akan memperbaiki struktur tanah serta meminimalisir ketergantungan lahan dari pupuk anorganik.

Kegunaan pupuk organik cair lainnya ialah untuk menambah tingkat permeabilitas tanah. Pupuk organik cair juga ampuh dijadikan sebagai sumber pakan bagi mikroorganisme tanah. Dengan demikian, kedepannya tanah akan lebih mudah gembur serta efektif dalam penyerapan air.

  1. Mampu menekan biaya produksi

Penggunaan pupuk anorganik sejatinya hanya akan menyebabkan ketergantungan. Padahal harga pupuk tersebut relatif lebih mahal. Bahkan persoalan stok juga tidak stabil di pasaran. Saat kelangkaan terjadi tentu harga pupuk tersebut akan kian mahal. Kondisi tersebut tentu membuat petani mau tidak mau harus membeli pupuk tersebut.

Guna menghindari ketergantungan tersebut, maka Kamu bisa mencoba pupuk organik cair. Harga pupuk organik cair di pasaran juga jauh lebih murah. Hal ini nantinya tentu bisa menekan pengeluaran operasional. Bahkan hasil panen juga bisa meningkat pesat.

  1. Dapat meningkatkan kualitas produk

Manfaat lain dari pupuk organik cair ialah untuk meningkatkan kualitas produk tanaman yang dihasilkan. Misalnya, ketika Kamu menanam sayur-sayuran. Maka sayuran yang Kamu beri pupuk organik cair akan menghasilkan kualitas sayur segar, enak serta daya simpan cukup lama. Di samping bermanfaat untuk pertumbuhan sayur-sayuran, pupuk ini juga bermanfaat bagi pertumbuhan buah-buahan.

Misalnya ketika Kamu menanam buah salak. Saat Kamu memupuk salak dengan pupuk organik cair, maka hasil buah salak akan lebih manis jika dibandingkan dengan pemupukan anorganik. Presentase bunga yang bisa menjadi buah juga menjadi jauh lebih banyak.

Bahan-Bahan Membuat Pupuk Organik Cair

Pupuk organik berbentuk cair tidak hanya mampu memperbaiki sifat kimia, fisika maupun biologi tanah saja melainkan juga sangat gampang dari proses pembuatannya. Membuat pupuk cair dari bahan organik tidak memerlukan bahan dan peralatan yang rumit. Berikut adalah bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan pupuk cair organik.

  1. Limbah rumah tangga.

Bahan pertama yang bisa Kamu siapkan untuk membuat pupuk organik cair ialah limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga yang dimaksud di antaranya sisa nasi, sayuran basi, buah busuk, parutan kelapa dan berbagai macam limbah organik rumah tangga lainnya.

  1. Batang pisang

Berikutnya Kamu perlu menyiapkan gedebog atau batang pisang. Carilah batang pisang yang baru saja ditebang. Daripada menjadi sampah tak berguna, ada baiknya untuk dimanfaatkan menjadi bahan pupuk organik cair.

  1. Kotoran hewan

Kamu bisa menggunakan kotoran hewan ternak sebagai bahan pembuatan pupuk. Contohnya, kotoran kambing, sapi, kerbau dan ayam.

  1. Cairan tertentu

Dalam membuat pupuk organik cair, tentu Kamu membutuhkan cairan tertentu. Cairan yang bisa Kamu gunakan untuk membuat pupuk organik cair di antaranya urin hewan, air cucian ikan, air gula, bekas air cucian beras serta air jernih.

  1. Serbuk tertentu

Di samping itu, Kamu juga membutuhkan sejumlah serbuk tertentu. Serbuk tersebut di antaranya bubuk gergaji kayu maupun sabut kelapa.

  1. Dekomposer

Dekomposer tak kalah penting berperan dalam pembuatan pupuk organik cair. Dekomposer disini berperan sebagai mikroba pengurai. Kamu bisa menggunakan starter SOT maupun EM4.

Sementara itu, peralatan yang digunakan untuk membuat pupuk organik cair di antaranya pisau potong, ember, jerigen plastik serta kayu sebagai pengaduk. Usahakan hindari penggunaan bahan yang berasal dari besi gampang berkarat. Hal ini tentu bisa menyebabkan pengurangan mutu pupuk cair organik yang nantinya Kamu buat.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana

Setelah menyiapkan sejumlah bahan dan alat, maka berikutnya Kamu tinggal membuat pupuk organik cair. Berikut adalah cara membuat pupuk organik cair yang bisa Kamu cermati dengan mudah.

  1. Pencucian bahan

Sebagai tahap persiapan awal, maka Kamu perlu melakukan pencucian terhadap bahan-bahan pembuatan pupuk cair organik. Bahan-bahan yang sudah Kamu siapkan sebelumnya perlu dicuci terlebih dahulu demi terhindar dari tercampurnya bahan-bahan utama dengan zat berbahaya dari limbah rumah tangga yang juga digunakan. Gunakan air jernih untuk membersihkan seluruh bahan-bahan tersebut.

  1. Pencicangan serta pencampuran bahan

Saat seluruh bahan telah dibersihkan, berikutnya Kamu perlu mencincang seluruh bahan tersebut. Tujuannya tidak lain agar proses fermentasi nantinya akan berlangsung secara sempurna. Pastikan Kamu mencincang bahan tidak terlalu besar. Semakin kecil cincangan yang Kamu lakukan, maka proses fermentasi akan kian sempurna.

  1. Proses inti cara buat pupuk organik liquid sederhana dan mudah
  • Larutkan dekomposer atau biovaktor EM4 sebagai mikroba ke dalam air yang sudah disiapkan secukupnya.
  • Tambahkan sejumlah pemanis alami misalnya gula pasir, merah atau zir tebu.
  • Diamkan larutan tersebut setidaknya 20 menit guna membangkitkan aktivitas mikroba.
  • Masukkan ke dalam wadah ember sejumlah kotoran ternak segar.
  • Masukkan seluruh bahan yang telah dicincang tadi ke dalam wadah ember.
  • Tuangkan larutan dekomposer atau biovaktor yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
  • Bila perlu tambahkan beberapa terasi guna mempercepat tahapan penguraian dari pupuk cair organik tersebut.
  • Masukkan urin hewan, air bekas rendaman ikan, air cucian beras serta bahan cair lainnya ke dalam ember yang sudah disediakan sampai merata.
  • Tambahkan air sesuai kebutuhan. Setidaknya harus mencapai perbandingan 35:65 air:padat.
  • Tutup wadah tersebut dengan tutup plastik secara rapat.
  • Jangan lupa masukkan selang ke dalam wadah tersebut yang sudah diberi lubang sebelumnya.
  • Rekatkan selang dengan tutup plastik sehingga terhindar dari adanya celah udara.
  • Diamkan setidaknya selama 10 hari atau dua minggu sejak hari pembuatan pupuk. Biasanya 10 hari saja sudah cukup.
  • Jika pupuk organik cair siap digunakan maka bisa ditandai dengan adanya aroma fermentasi layaknya tapai. Aroma tersebut bahkan bisa tercium dalam radius beberapa meter saja.
  1. Penyaringan

Saat fermentasi pupuk organik cair selesai, berikutnya Kamu bisa melakukan proses penyaringan. Pisahkan ampas dengan cairannya. Kamu bisa menyaring cairan pupuk tersebut dengan kain tipis. Masukkan cairan yang telah disaring ke dalam jerigen dan segera tutup rapat guna menghindari perubahan. Ampas pupuk tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos padat.

Cara Menggunakan Pupuk Organik Cair Pada Tanaman

Cara membuat pupuk organik cair sangatlah mudah. Setelah fermentasi pupuk tersebut selesai, berikutnya Kamu bisa langsung menggunakan pupuk organik cair tersebut. Kamu hanya perlu memperhatikan perbandingan penggunaan pupuk cair dengan tanaman yang ditanam. Setidaknya Kamu perlu mencampurkan 25 ml pupuk organik cair dengan 5 liter air.

Kamu juga bisa mencapurkan 1 liter pupuk organik cair dengan 100 liter air apabila lahan pertanian maupun perkebunanmu cukup luas. Adapun yang terpenting sebetulnya ialah penyesuaian pupuk dengan luas lahan pertanian yang dimiliki. Kamu bebas bereksperimen sendiri untuk segala jenis tanaman berdasarkan faktor-faktor lain yang berkaitan.

Akan tetapi, ada baiknya jangan sampai terlalu berlebihan dalam menggunakan pupuk ini. Saat Kamu terlalu berlebihan menggunakannya, maka dikhawatirkan justru tanaman akan mudah mati. Pupuk organik ini setidaknya bisa Kamu aplikasikan pada bunga, daun maupun batang dengan kisaran waktu pemberian seminggu sekali atau tiga hari sekali ketika musim penghujan tiba.

Agar tanaman yang Kamu tanam bisa tumbuh subur dengan sangat baik, tidak ada salahnya untuk coba membuat pupuk organik cair sendiri. Kegunaan pupuk organik cair tentu sangat bagus baik bagi tanaman itu sendiri maupun lingkungan hidupnya. Terapkan penggunaan pupuk cair organik agar terbebas dari ketergantungan pupuk anorganik yang tidak baik bagi lingkungan tanam.