Merawat Tanaman Jahe Agar Subur Berbuah Banyak

Cara merawat tanaman jahe emprit, jahe gajah, jahe putih dan jahe merah jangan sobat bayangkan sebagai hal sulit yang memerlukan waktu serta alat khusus yang harganya mahal. Bukan seperti itu caranya sobat. Ada beberapa hal kecil dan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesuburan tanaman jahe tersebut. Rimpang jahe sudah dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia menyimpan khasiat yang diperlukan tubuh agar selalu sehat. Terdapat bermacam-macam kandungan zat pada jahe, khususnya zat kimia yang memang terkandung secara alami. Ada  beragam zat kimia, salah satunya yang memberikan rasa hangat sewaktu sobat meminum wedang jahe.

Sobat juga perlu tau, rimpang jahe juga memiliki senyawa oleorosin atau lebih dikenal dengan istilah ginerol yang berguna untuk menambah kekebalan tubuh kita. Sobat ingat ga, beberapa waktu silam ada yang mengatakan bila sering minum jahe mampu mencegah serta membunuh virus korona? Ingatkan Kandungan oleorosin inilah yang dijadikan dasar bila jahe memiliki kemampuan untuk membunuh serta mencegah kita terkena virus korona. Tapi sayangnya pernyataan tersebut dibantah oleh lembaga LIPI karena belum ada penelitian yang membuktikanya.

Cara Merawat Tanaman Jahe Agar Hasil Melimpah

Sebelum saya melanjutkan pembahasan, mau tanya sedikit boleh ya? Sobat pwhm sudah tau belum seperti apa proses dari penanaman jahe emprit, gajah dan jenis lainya sampai ke tahap siap panen? Kalau belum tau, sobat pwhm bisa membaca artikel cara menanam jahe emprit yang sempat saya ulas beberapa hari kemarin.

Oke, pembahasan cara perawatan tanaman jahe emprit saya lanjutkan kembali. Bagi sobat pwhm yang baru belajar budidaya tanaman jahe, pas banget membaca artikel ini. Sebab artikel mengenai merawat tanaman jahe ini saya dapatkan langsung ilmunya dari orang yang sudah puluhan tahun melakukan budidaya jahe berbagai jenis. Tahapan dalam merawat tanaman tersebut mudah sekali, tidak memerlukan peralatan yang aneh-aneh. Mau tau caranya seperti apa? Inilah pembahasanya spesial untuk sobat pwhm dimanapun berada.

Menyiram Tanaman Jahe Setiap Hari
Jahe adalah tanaman yang membutuhan air untuk berkembang biak dan tanaman ini tidak punya tangan dan kaki untuk mengambil kebutuhan air. Untuk itulah sobat harus menyiram secara rutin pagi hari dan sore hari supaya tanaman jahe tidak layu dan mati. Menyiram tanaman ini jangan hanya berfokus pada bagian akarnya saja. Pada bagian daun serta batangnya juga memerlukan air. Sobat harus pahami juga air yang digunakan untuk menyiram jangan pakai air kotor ya, namun menggunakan air bersih yang mengalir.

Memotong Bagian Pangkal Jahe
Cara merawat tanaman jahe emprit berikutnya dengan memangkas atau memotong bagian tubuh jahe secara berkala. Memotong bagian pangkal jahe bukanlah tindakan yang menyakiti, hal ini justru mempercepat pertumbuhan tanaman jahe dan terlihat lebih rapi. Masak sih bisa mempercepat pertumbuhan tanaman jahe? Saya kasih sedikit penjelasan paling sederhana. Tanaman jahe yang sobat rawat saat ini, bisa jadi tidak semua bagian tanaman tersebut terkena sinar matahari sehingga menganggu proses fotosintesis yang sedang berlangsung. Bagian tubuh tanaman yang kurang terkena sinar matahari, lama kelamaan menjadi kering dan mati. Bila bagian tersebut tidak segera dibuang, maka pertumbuhan tanaman terhambat dan rimpang jahe yang dihasilkan biasanya kurang bagus. Itulah kenapa sobat sebaiknya memotong bagian tertentu pada tanaman jahe secara berkala.

Memisahkan Rimpang Jahe Yang Busuk
Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman jahe adalah pembusukan yang disebabkan jamur Fusarium Oxusporum. Rimpang jahe yang membusuk tanda-tandanya daun berubah menjadi kuning dan layu hingga menyebabkan kematian pada tanaman tersebut. Untuk mencegah matinya tanaman jahe, segera buang rimpang jahe yang terlihat busuk agar tidak menganggun tanaman lain yang masih sehat.

Pindahkan Jahe Yang Sehat ke Wadah Lain
Pada tanaman jahe yang masih sehat, segeralah pindahkan ke wadah yang lain ya sobat. Gunakan tanah dan pupuk yang baru, jangan menggunakan dari wadah yang sebelumnya. Sebab jamur Fusarium Oxusporum dapat bertahan hidup di tanah. Tanah pada wadah yang sebelumnya sebaiknya dibuang saja, tidak usah digunakan lagi.

Memelihara tanaman jahe agar dapat tumbuh subur dan menghasilkan banyak buah bukanlah hal yang sulit dan mustahil dilakukan. Sobat hanya perlu waktu dan membiasakan diri dalam memelihara tananam jahe emprit, gajah, merah dan jenis lainya. Sekali waktu cobalah mencari ilmu baru mengenai budidaya jahe, bisa dari internet maupun dari orang yang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam bidang tersebut.