Ternak Cacing Sutra Untuk Pemula Mudah dan Menguntungkan

Pada artikel ini saya akan mengajarkan sobat cara ternak cacing sutra untuk pemula di kolam tanah, kolam terpal, akuarium dan nampan. Pembasahan saya sampaikan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh sobat pwhm yang masih pemula dalam beternak cacing sutra.

Kenapa cacing sutra dibudidayakan? Sobat perlu tau bahwa jenis cacing ini banyak digunakan sebagaibahan dasar obat, kosmetik kecantikan, pakan ternak unggas dan pakan ternak bebek sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup lumayan bila sobat beternak dalam jumlah besar disaat panen. Karena adanya nilai ekonomi inilah, usaha budidaya cacing ternak masih tetap bertahan hingga sekarang ini.

Dalam berternak cacing sutra sobat bisa mengadopsi cara konvensional dengan media pertumbuhan yang dipakai ialah lumpur dan air bersih. Tempat yang digunakan untuk mengembangbiakan tidak mahal, sobat bisa menggunakan nampan, ember plastik, terpal dan lain sebagainya. Banyak sekali wadah sederhana yang bisa gunakan agar cacing sutra cepat panen dan segera dijual.

Memang permintaan cacing sutra tidak terlihat kasat mata, namun ada saja orang yang membutuhkan jenis cacing ini dalam jumlah tertentu. Permintaan biasanya datang dari peternak ikan, peternak burung, peternak unggas, perusahaan kosmetik dan perusahaan obat yang menggunakan cacing sutra sebagai bahan dasarnya. Tingginya angka permintaan tidak sebanding dengan jumlah pasokan yang tersedia, hal ini menjadikan berternak cacing sutra sebagai peluang usaha yang bagus untuk sobat coba.

Manfaat Cacing Sutra

Semua yang diciptakan Tuhan pasti memiliki manfaat, begitu juga dengan cacing sutra. Untuk lebih jelasnya, sobat perhatikan beberapa manfaat cacing sutra di bawah ini.

  1. Sebagai campuran pakan ternak yang kaya gizi.
  2. Sebagai pakan ikan air tawar agar memiliki bobot lebih dan rasa dagingnya lebih enak.
  3. Pakan belut.
  4. Pakan ikan lele pengganti pelet yang harganya mahal.
  5. Pakan ikan cupang agar menghasilkan warna yang indah.
  6. Untuk campuran pakan unggas seperti ayam bangkok, bebek, ayam potong agar pertumbuhan semakin cepat.
  7. Untuk pakan anakan lobster air tawar yang berumur kurang dari satu bulan.

Diatas hanyalah sedikit dari manfaat yang diperoleh dari cacing sutra. Selain memiliki manfaat untuk hewan, permintaan cacing sutra tidak pernah turun bahkan selalu bertambah bila dibandingkan dengan bahan pakan pelet.

Cara Ternak Cacing Sutra Cocok Untuk Pemula

Bila sobat merasa tertarik dan tertantang mencoba ternak cacing sutra, dibawah ini saya ulas detail dan sederhana bagaimana langkah-langkah dalam memelihara cacing sutra.

Menyiapkan Bibit Cacing Sutra
Sama halnya seperti budidaya lobster air tawar, langkah awal yang sobat persiapkan ialah bibit cacing sutra. Bibit tersebut bisa sobat peroleh dari sawah atau sungai. Bisa juga mencapatkanya melalui toko ikan hias atau petani cacing sutra. Untuk lebih mudahnya saya rasa lebih baik beli saja walaupun memerlukan sedikit biaya.

Bibit yang sudah sobat dapatkan, letakan dulu ditempat karantina selama 2 hingga 4 hari. Tempat karantina sebaiknya berada di air yang mengalir, hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan bakteri yang mungkin saja terbawa oleh bibit cacing sutra.

Menyiapkan Media Budidaya
Media yang digunakan untuk budidaya beragam, pada artikel ini media yang saya pilih ialah akurium dengan ukuran 20 cm x 40 cm. Akuarium yang digunakan berikan sekat dengan ukuran yang bisa sobat tentukan sendiri. Berikan filter air pada akuarium untuk menjaga kebersihan air dan jangan lupa bersihkan akuarium sercara berkala.

Memindahkan Bibit Cacing Sutra
Setelah media yang akan digunakan sudah selesai persiapanya, kini sobat saatnya memindahkan bibit yang tadi di karantina kedalam media akuarium. Dalam ilmu cara ternak cacing sutra, pemindahan bibit tidak boleh dilakukan sembarangan. perhatikanlah hal dibawah ini agar bibit tidak mati.

  • Cacing jenis ini mudah stress, sehingga sobat harus melakukanya secara hati-hati saat pemindahan.
  • Gunakanlah sendok plastik atau jaring ikan saat memindahkan bibit.
  • Jangan menggunakan tangan, sebab suhu panas pada tangan bisa menyebabkan cacing stress dan mati.
  • Cacing sutra tidak bisa bertahan hidup lama tanpa air, untuk itu proses pemindahan dilakukan secara cepat.

Merawat Cacing Sutra
Hal yang tidak boleh sobat abaikan yaitu merawat cacing selama sobat membudidayakanya. Perawatan ini penting sekali, sebab memiliki dampak terhadap hasil beternak cacing rambut atau cacing sutra. Bila perawatan dilakukan dengan baik, hasil yang sobat peroleh juga baik.

Dibawah ini adalah langkah-langkah dalam merawat cacing sutra yang bisa sobat gunakan agar cacing sehat dan hasil panen melimpah :

  • Perhatikan Debit Air
  • Debit air sebaiknya setengah dari tinggi akurium. Jumlah debit jangan kurang dan lebih agar cacing dapat tumbuh maksimal.
  • Ganti air bila sudah terlihat kotor. Kotoran tersebut biasanya berasal dari sisa pakan yang mengendap di bawah.
  • Jaga suhu air berada di angka 21 hingga 23 derajat celsius.

Pemberian Pakan Cacing Sutra
Cacing sutra juga memerlukan pakan sama halnya jika sobat ternak ayam bangkok atau hewan lainya. Jenis makanan cacing sutra yang paling bagus ialah dedaunan hijau yang dicampurkan dengan sedimen atau lumpur yang terdapat di habitat aslinya.

Panen Cacing Sutra
Setelah 75 hari sejak bibit sobat pindahkan ke dalam media budidaya. Panen cacing sutra bisa sobat lakukan berkala, setiap 2 minggu sekali atau 16 hari sekali.

Kenapa masa panenya lumayan cepat? Saat sobat memanen cacing sutra, artinya sobat mengurangi jumlah cacing sutra dalam satu koloni. Cacing sutra yang merasa jumlah koloninya berkurang, akan berusaha berkembang biak secepat mungkin agar jumlahnya kembali seperti semula.

Usaha ternak cacing sutra terbilang mudah dan sederhana, terlebih lagi wadah yang diperlukan untuk tempat tinggal cacing bisa diberbagai media. Pemasaran cacing sutra tidak perlu dipusingkan, sobat bisa menjualnya ke peternak ikan, unggas atau dinas peternakan yang selalu membutuhkan jenis cacing ini sebagai pakan hewan.