Contoh Tanaman Hidroponik dan Cara Menanamnya

Bagi orang yang hidup di perkotaan, mendapatkan lahan untuk berkebun tentu tidak mudah. Selain karena mahal, lahan kosong juga sudah jarang ditemui. Solusi untuk menghasilkan sayuran hasil panen sendiri adalah dengan hidroponik. Selain sayuran, contoh tanaman hidroponik lainnya adalah buah dan tanaman hias.

contoh tanaman hidroponik

Sobat tidak perlu bingung tentang cara-cara maupun teknik hidroponik, sebab walaupun ada beberapa teori dan banyak contoh tanaman sistem hidroponik, tetapi semuanya bisa dipraktekkan dengan mudah. Selain bisa menciptakan lahan hijau sendiri, hidroponik juga membantu Sobat untuk menciptakan ketahanan pangan sendiri di rumah. Pada artikel ini saya beberkan apa saja contoh jenis tanaman hidroponik rumahan yang cepat panen dan menguntungkan untuk pemula. Penasaran? Langsung baca ulasanya berikut ini.

12 Contoh Tanaman Hidroponik yang Mudah Ditanam

Tanaman hidroponik adalah tanaman yang dibudidayakan dengan cara hidroponik alias tidak menggunakan tanah. Media tanam yang biasanya digunakan untuk teknik ini adalah air. Ada banyak jenis tanaman yang bisa dikembangkan dengan cara hidroponik dan beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Tanaman Hidroponik Selada

Salah satu tumbuhan yang paling sering dijadikan sebagai contoh tanaman hidroponik adalah selada hijau. Selain karena benih yang murah dan juga perawatan yang mudah, selada air juga bisa dipanen dengan sangat cepat. Teknik dengan menggunakan wick adalah yang paling populer.

Hanya butuh waktu 30 hingga 40 Hari Setelah Tanam atau HST untuk bisa menikmati hasil dari praktek hidroponik Sobat ini. Rasa selada yang segar dan renyah sangat cocok digunakan untuk isian sandwich maupun untuk salad.

  • Tanaman Hidroponik Tomat

Tomat contoh jenis tanaman hidroponik sayuran yang masih banyak perdebatanya. Hingga sekarang klasifikasi kelas untuk tomat masih diperdebatkan. Ada sebagian ahli yang menggolongkan tomat sebagai buah dan ada sebagian pula yang memasukkannya ke dalam golongan sayur. Walau demikian kelezatan tomat tidak harus diperdebatkan, demikian pula dengan kandungan vitamin A yang tinggi di dalam daging buahnya.

Vitamin ini selain baik untuk mata juga bagus untuk imunitas tubuh serta menjaga kesehatan kulit. Karena kandungan air di dalam tomat yang cukup banyak, maka ketika memutuskan untuk menanam dengan cara hidroponik pun Sobat akan membutuhkan air yang juga berlimpah, begitu pula dengan cahaya.

Jika Sobat tinggal di daerah yang kurang mendapatkan sinar matahari, namun Sobat tetap ingin menanam tomat secara hidroponik, maka Sobat bisa membeli lampu khusus yang bisa digunakan sebagai substitusi sinar matahari.

  • Tanaman Hidroponik Lobak

Contoh tanaman yang cocok untuk hidroponik selanjutnya yaitu Lobak. Beberapa waktu terakhir sayuran yang memiliki nama ilmiah Raphanus sativus ini semakin populer. Padahal dulunya tanaman yang memiliki aroma khas ini cenderung dihindari karena aroma khas tersebut, yang bagi sebagian orang tidak sedap.

Namun, semenjak K-Drama beredar dengan sangat masif, dan di sana terdapat banyak adegan memakan lobak, maka keberadaan sayuran yang bisa dilihat bibitnya setelah 3 hingga 7 hari setelah tanam ini menjadi begitu ramai peminat.

Lobak tidak memerlukan sinar matahari langsung, lampu maupun cuaca yang panas guna berkembang. Bahkan tanaman ini malah lebih memilih tumbuh dalam suhu yang dingin. Selain bisa dibuat kimchi ada banyak jenis masakan lain yang bisa dibuat dengan bahan dasar lobak.

  • Tanaman Hidroponik Kale

Selain lobak, ada satu lagi contoh jenis tanaman hidroponik sayuran yang sedang masuk dalam daftar kekinian, terutama pada kalangan pegiat green living dan clean eating. Kale yang penampakan fisiknya hampir mirip dengan selada namun berwarna lebih gelap ini memiliki gizi yang tinggi. Karena nutrisi dan gizinya yang banyak, tidak heran jika banyak yang menyebut kale sebagai superfood.

Karakteristiknya yang mirip selada, membuat proses pembudidayaannya pun mirip selada. Sobat bisa memanen daun kale ketika sudah berumur 30 hingga 40 HTS. Perawatan dan pemeliharaan kale sangat mudah dan bisa dilakukan bahkan oleh pemula yang baru belajar hidroponik sekali pun.

  • Tanaman Hidroponik Timun

Sayuran yang memiliki kandungan air melimpah serta biji yang sangat banyak ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Lalapan, hiasan hidangan, jus, masker dan segudang manfaat lainnya membuat timun menjadi sayuran primadona yang banyak dicari. Timun juga banyak dicari karena bisa menjadi obat bagi para penderita hipertensi.

Agar Sobat bisa merasakan timun kapanpun Sobat mau tanpa harus pergi ke pasar, maka Sobat bisa menanam sendiri dengan cara hidroponik. Walaupun memiliki kandungan air yang melimpah namun pada saat proses budidaya, sayuran ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup serta suhu yang stabil.

Hal ini dikarenakan timun merupakan sayuran yang termasuk ke dalam golongan tanaman hangat yang membutuhkan perlakuan khusus.

  • Bayam Tanaman Hidroponik Sederhana

Bagi Sobat yang memiliki lahan terbuka dengan sinar matahari yang cukup, maka bisa mencoba sistem hidroponik dengan objek tanaman berupa bayam. Hal ini dikarenakan sayuran hijau ini membutuhkan air yang melimpah serta pencahayaan yang banyak agar panas. Walaupun sedikit ribet, namun hasil panennya sangat menggiurkan.

Sobat bisa memanen bayam dalam waktu 12 minggu sejak hari pertama tanam. Tentunya ini merupakan waktu tanam yang relatif pendek. Setelah berhasil panen, Sobat bisa memasaknya ataupun membuatnya sebagai cemilan.

  • Tanaman Hidroponik Paprika

Kebanyakan contoh jenis tanaman hidroponik memang membutuhkan sinar matahari yang cukup. Begitu pula dengan paprika yang memerlukan perlakuan seperti ketika Sobat menanam tomat. Hanya saja proses penyemaian bibitnya cukup mudah karena bisa menanam langsung dari biji paprika yang sudah ada.

Sobat bisa memanen paprika yang sudah tumbuh sempurna ketika berumur kira-kira 8 hingga 12 minggu. Tidak ada perlakuan yang berbeda antara menanam paprika merah, hijau maupun kuning. Asalkan Sobat telaten, paprika jenis apapun bisa tumbuh subur dan dipanen tepat waktu.

  • Tanaman Hidroponik Daun Bawang

Contoh tanaman hidroponik yang mudah dan murah adalah daun bawang. Daun yang kerap ditemukan di dalam isian martabak telur maupun sup ini juga bisa dipanen berkali-kali sehingga Sobat tidak akan rugi ketika menanamnya. Tanaman ini sangat cocok ditanam dengan sistem hidroponik apa saja karena memerlukan banyak air agar tumbuh subur.

Sobat bisa memanen daun bawang saat sudah berumur 6 hingga 8 minggu sejak hari pertama tanam untuk panenan pertama. Sedangkan untuk panen berikutnya, Sobat hanya membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 minggu saja.

Walaupun daun bawang mudah tumbuh, namun dia juga membutuhkan air yang cukup serta penyinaran yang memadai. Dalam satu hari, tanaman daun bawang harus terpapar cahaya selama 12 hingga 14 jam. Jika tidak tersedia cahaya matahari, maka Sobat bisa menggantinya dengan lampu khusus.

  • Tanaman Hidroponik Kemangi

Sobat suka makan lalapan? Maka Sobat bisa mencoba membudidayakan daun kemangi. Rasa daun ini memang pertamanya akan terasa getir, tetapi jika bisa menikmati maka lama kelamaan akan terasa manis dan wangi.

Jika Sobat tertarik untuk menanam, maka sistem yang paling cocok untuk tanaman ini adalah NFT atau drip. Selain mudah, menanam daun kemangi juga sangat menggembirakan. Hal ini disebabkan daun ini dapat dipanen tiap minggu. Namun agar dapat tumbuh subur, daun kemangi membutuhkan cahaya yang cukup.

Sama seperti ketika menanam tomat, jika Sobat kesulitan mendapatkan cahaya matahari maka solusi terbaik adalah dengan membeli lampu khusus untuk menyinari daun mint Sobat.

  • Tanaman Hidroponik Stroberi

Selain sayuran, ternyata buah-buahan pun cocok untuk dijadikan sebagai obyek teknik hidroponik. Salah satu tanaman buah hidroponik yang populer adalah stroberi. Buah berwarna merah dengan bintik kekuningan ini terkenal karena rasa buahnya yang manis sekaligus asam segar. Dengan sistem NFT, Sobat bisa melakukan pembudidayaan stroberi di rumah.

Tanaman ini tidak membutuhkan ruangan khusus atau suhu yang harus diset ke dalam temperatur tertentu. Asalkan Sobat merawat tanaman ini dengan baik, maka Sobat bisa menikmati hasil selama satu tahun penuh. Selain itu tanaman ini juga awet sehingga bisa dilakukan panen selama beberapa kali. Contoh wadah tanaman hidroponik Strawbery bisa menggunakan paralon ukuran 1 inci atau toples plastik yang berukuran cukup besar.

  • Tanaman Hidroponik Daun Mint

Contoh tanaman hias hidroponik yang cocok untuk lahan sempit adalah daun mint. Bagi Sobat yang menyukai sensasi segar baik dalam minuman maupun makanan, pasti tidak asing lagi dengan daun mint. Tanaman yang memiliki daun mungil namun bercitarasa kuat ini ternyata cukup mudah untuk dibiakkan dengan cara hidroponik. Salah satu penyebabnya adalah akar tanaman ini dapat dengan mudah menyebar.

Akar yang persebarannya cepat ini juga menyebabkan penyerapan air nutrisi menjadi lebih cepat sehingga lebih subur dan tahan terhadap hama. Daun mint cukup kecil sehingga dibutuhkan ketelatenan dan kehati-hatian ketika merawatnya agar daun tidak gugur sebelum siap dipanen.

  • Tanaman Hidroponik Blueberry

Blueberry memang bukan buah asli dari Indonesia, maka dari itulah tanaman ini membutuhkan ketelatenan yang tinggi serta proses pembudidayaan yang sedikit lebih rumit dibandingkan dengan tanaman buah lainnya. Contoh media tanam hidroponik Blueberry yang umum digunakan ialah paralon.

Hal ini disebabkan blueberry tidak bisa ditanam langsung dari bijinya, melainkan harus melalui sistem transplantasi terlebih dahulu. Selain itu, masa panen blueberry juga lebih lama dari strawberry. Namun buah yang berbentuk bulat dan berwarna biru gelap cenderung hitam ini memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tinggi.

Sobat bisa menemukan perpaduan vitamin B6, C, A dan K dalam satu buah blueberry. Karena kekayaan kandungan gizi inilah maka buah yang lebih cocok ditanam dengan sistem NFT ini masuk dalam golongan superfood.

Kesimpulan

Sebenarnya masih ada banyak contoh tanaman yang bisa ditanam secara hidroponik selain dari yang disebutkan di atas. Namun, jika Sobat adalah pemula, maka deretan tanaman yang sudah disebutkan tersebut layak untuk dicoba. Jika sudah mahir bisa ditingkatkan dengan menanam jagung, wortel maupun beberapa tanaman yang butuh ketelatenan lainnya.

Diatas sudah saya jelaskan dengan rincin berbagai contoh tanaman hidroponik, cara menanam dan media tanam yang digunakan. Semoga artikel ini dapat membantu bagi siapa saja yang ingin mecoba cara menanam dengan sistem hidroponik.

Baca juga :

Tumbuhan langka di Indonesia yang dilindungi

Langkah cara membuat pupuk kandang

Tanaman obat herbal untuk keluarga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *