Doa Untuk Orang Meninggal

Dalam ajaran Islam, mendoakan orang yang sudah meninggal dunia adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Muslim yang masih hidup. Terutama jika yang meninggal adalah salah satu dari anggota keluarga atau bahkan orang tua. Lantas, gimana sih doa untuk orang meninggal dunia dalam agama Islam?

Doa Untuk Orang Meninggal Laki-Laki

Versi singkat:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Versi lengkap:

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Doa Untuk Orang Meninggal Perempuan

Versi singkat:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيّ atau, وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Versi lengkap:

Doa untuk orang yang sudah meninggal dengan jenis kelamin perempuan dalam versi lengkap sebenarnya nggak jauh beda dengan doa untuk jenazah laki-laki. Karena hanya perlu mengganti lafal ‘hu’ dengan lafal ‘ha’, yang menunjukkan kalau mayatnya perempuan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مُدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Hukum dan Adab Bertakziah

doa untuk orang meninggal dan takziah

Dalam kamus Mu’jam Al Wasith, takziah memiliki arti menghibur atas segala sesuatu yang menimpanya. Hukum dan adab takziah menurut Imam al-Ghazali adalah sunnah, tapi sunnah yang dianjurkan, dengan adab sebagai berikut:

  • Hindari Hal-Hal yang Tak Pantas

Datang ke rumah orang yang sedang berduka pastinya beda dengan datang ke acara nikahan atau pesta, jadi Sobat Pwhm sangat dilarang untuk menggunakan baju mencolok dan asesoris yang glamor. Dalam hal warna nggak ada aturan, tapi secara umum, hitam atau putih adalah yang disarankan. Warna apapun yang dipilih, pastikan baju tersebut sopan, jadi nggak boleh tuh takziah pakai tank top atau hot pants.

Baca juga : Arti Assalamualaikum Waalaikumsalam

Begitu juga dalam hal berdandan, terutama untuk pelayat perempuan nih, wajib banget menghindari make up yang lebay. Juga nggak boleh pakai parfum dengan bau yang menyengat ya, atau lebih aman nggak usah pakai parfum sekalian.

  • Ikut Berbela Sungkawa

Berhubung suana memang sedang sedih alias berduka, Sobat Pwhm harus ikut menunjukkan rasa duka kepada keluarga yang ditinggalkan. Jadi nggak boleh tuh datang ke rumah duka sambil ketawa-ketawa, banyak bercanda. Bukan berarti harus selalu berlinang air mata ya, tapi setidaknya tunjukkan wajah bersedih dan ucapkan bela sungkawa secara tulus.

  • Jangan Banyak Bicara

Saat menyampaikan rasa duka, sangat disarankan buat nggak bicara secara berlebihan, jadi seperlunya aja. Begitu juga saat ketemu dengan teman/tetangga lain di rumah tersebut, nggak boleh banget asik ngobrol sendiri apalagi sampai membincangkan aib jenazah semasa hidupnya.

Kalaupun ingin menyapa, sebaiknya lakukan dengan suara yang pelan dan sekali lagi, seperlunya aja. Dan buat para ibu/orang tua, sebaiknya juga nggak usah bawa anak-anak saat bertakziah. Karena anak kecil cenderung rewel, gampang bosan, suka bicara keras, bahkan nangis dan teriak-teriak.

Dari pada jadi pusat perhatian dan malah menimbulkan suasana yang kurang mendukung, mending anaknya dititip dulu sama keluarga di rumah ya.

  • Jangan Terlalu Banyak Senyum

Dalam keadaan normal, senyum adalah pahala bahkan termasuk sedekah, tapi raut wajah ini nggak cocok untuk bertakziah, karena mencerminkan kalau Sobat Pwhm tidak sedang ikut berduka. Bukan berarti nggak boleh senyum sama sekali ya, tapi sewajarnya aja alias senyum tipis-tipis.

Baca juga : Arti Jazakumullah Khairan Katsiran dan Cara Menjawab

Dalil Dasar Tentang Takziah

Ada 3 dalil takziah, yaitu:

  • Surat Al Baqarah ayat 156

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

  • Hadis riwayat Al-Tirmidzi dan Al-Baihaqi dari Abdullah bin Mas’ud

مَنْ عَزَّى مُصَابًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

  • Hadis riwayat Ibnu Majah dan al-Baihaqi dari Amr bin Hazm

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يُعَزِّي أَخَاهُ بِمُصِيبَةٍ إِلاَّ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ حُلَل الْكَرَامَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Kesimpulan

  1. Doa untuk mayat laki-laki dan perempuan pada dasarnya adalah sama, hanya mengganti lafal ‘hu’ dengan lafal ‘ha’.
  2. Hukum takziah adalah sunnah yang dianjurkan.
  3. Ada 4 adab orang bertakziah: hindari hal-hal yang tak pantas, tunjukkan rasa duka, jangan banyak bicara dan mengumbar senyum.

Jika doa untuk orang meninggal dunia dalam versi lengkap masih susah untuk dihafal, Sobat Pwm juga bisa baca doa yang versi ringkas kok. Pastikan saja kalau bacaannya benar, jadi artinya nggak berubah. Dan jangan lupa, perhatikan adab-adab bertakziah seperti pada penjelasan di atas.