Jenis-Jenis Burung Kacer

Jenis-jenis burung kacer sebenarnya cukup banyak, tapi yang sudah berhasil dibudidayakan dan dipelihara hanya beberapa. Selain memiliki bulu yang indah, burung ini juga memiliki kicauan yang sangat merdu, sehingga tidak mengherankan jika banyak kicau mania yang menginginkannya.

jenis burung kacer

Saat ini, banyak pecinta burung yang mulai membuka usaha ternak burung kacer karena permintaan pasar dirasa cukup tinggi dan hasilnya lumayan menjanjikan. Namun, tidak sedikit juga yang lebih suka berburu di alam liar. Habitat burung kacer sendiri adalah di padang rumput, hutan, sawah, dan perkebunan.

5 Jenis Burung Kacer Yang Bagus

Ada banyak jenis burung kacer yang bisa ditemukan di alam Nusantara, tapi lima jenis yang paling terkenal adalah sebagai berikut:

  1. Kacer Sekoci

Kacer Sekoci atau juga dikenal sebagai Kacer Poci adalah jenis burung kacer yang memiliki banyak penggemar. Nama lainnya adalah Kacer Sumatra, dengan nama latinnya adalah Copsychus saularis. Karakteristik dari Burung kacer Poci adalah:

  • Bulu di bagian dada, perut, dan ekor bawah berwarna putih. Sedangkan bulu di bagian lain berwarna hitam mengkilap
  • Warna bola mata dan paruh adalah hitam pekat
  • Ekornya cukup panjang dengan bagian ujung yang sedikit melebar
  • Suara gacornya sangat keras
  • Perawatan burung kacer mudah dan tidak gampang sakit
  • Bisa meniru suara kicau dari burung lain
  • Saat berkicau, Kacer Poci akan mengangkat ekornya
  • Cuaca yang disukai burung ini adalah hangat ke panas
  • Wilayah penyebaran paling banyak adalah di Thailand bagian selatan dan Semenanjung Malaya sampai Indonesia
  • Di Tanah Air, Kacer Poci paling banyak ditemukan di Nias, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sumatra
  • Di daerah Jawa Barat, biasa disebut dengan Kacer Priangan. Sedangkan di Kalimantan, lebih akrab dengan nama Kacer Bulan.
  1. Kacer Jawa

Nama latin dari Kacer Jawa adalah Copsychus sechellarum. Warna bulu dari Kacer Jawa adalah hitam, sama seperti Kacer Poci, tapi lebih gelap. Kacer ini juga bisa meniru suara burung lain, tapi dalam versi lebih sederhana dan kurang beragam. Ciri-ciri Kacer Jawa adalah:

  • Memiliki bulu hitam legam mengkilap dengan corak berwarna putih di setiap sayap
  • Bola mata dan paruhnya berwarna hitam
  • Panjang tubuhnya sekitar 25 cm
  • Dianggap sebagai spesies berumur panjang, yang bisa mencapai usia 15 tahun
  • Habitatnya adalah hutan, perkebunan, dan sekitar taman
  1. Kacer Madagaskar

Disebut Kacer Madagaskar karena burung ini memang berasal dari Madagaskar. Nama latinnya adalah Copsychus albospecularis. Jenis kacer ini memiliki warna yang mirip dengan Kacer Poci, namun terlihat lebih kebiru-biruan. Mengenai suara, Kacer Madagaskar memiliki gacoran yang sama dengan jenis lainnya. Karakteristik lainnya adalah:

  • Panjang tubuhnya sekitar 18 cm dan berat 21 – 24 gram
  • Warna bulu dapat bervariasi tergantung pada jenis kelamin. Si jantan memiliki bulu hitam dengan pundak putih. Sedangkan sang betina memiliki bulu abu-abu coklat di bagian kepala, punggung dan ekor, dengan sedikit corak abu-abu di bagian tenggorokan, sayap, dan ekor.
  • Sebagian besar habitatnya di Madagaskar adalah semak belukar, hutan hujan lebat, hutan pegunungan lembab, hutan kering, tepi hutan, hutan bakau, serta berbagai lahan pertanian termasuk perkebunan pisang dan kopi.
  • Banyak ditemukan pada ketinggian 1.800 m di atas permukaan air laut
  • Makanannya di alam liar adalah kecoa, kumbang, serangga, belalang, laba-laba, cacing tanah, kadal kecil, amfibi, dan buah beri.
  • Kacer Madagaskar betina lebih sering mencari makan di tanah, sedangkan si jantang lebih suka mencari di semak-semak.
  • Sarangnya di alam liar adalah kumpulan rumput dan tangkai daun yang dilapisi dengan akar kecil dan kadang kulit ular.
  • Sarangnya ditempatkan di rongga dinding, lubang pohon, atau di vegetasi yang lebat.
  • Sekali reproduksi menghasilkan tiga hingga lima telur dengan masa inkubasi sekitar 13 hari.
  1. Kacer Blorok

Tidak seperti jenis kacer lain yang memiliki pola warna, Kacer Blorok memiliki warna putih tidak beraturan pada tubuhnya. Mengenai suara, kacer ini memiliki kicauan yang tidak kalah merdu dan nyaring dengan jenis kacer lainnya.

  1. Kacer Kalimantan

Jenis kacer ini paling banyak ditemukan di Pulau Kalimantan, sehingga disebut dengan Kacer Kalimantan. Sekilas, warna bulu kacer ini hampir sama dengan Kacer Sumatra, namun sebenarnya ada perbedaan di bagian dada. Bulu dada Kacer Kalimantan adalah hitam, sedangkan Kacer Sumatra berwarna putih. Ciri khas lainnya adalah:

  • Terdapat bulu berwarna putih di bagian perut, pantat, hingga ekor bagian bawah. Namun secara keseluruhan, warnanya didominasi hitam pekat.
  • Bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah Kalimantan, mulai dari barat, timur, dan utara.
  • Bisa juga ditemukan di Pulau Dewata, Bangka Belitung, dan Nias.
  • Termasuk burung kacer yang jinak.

Kesimpulan

Jenis-jenis burung kacer dalam daftar di atas merupakan yang paling banyak diminati, karena dianggap memiliki kicau paling bagus dan memiliki fitur yang khas serta berbeda satu sama lain. Semuanya juga mudah dipelihara, karena tidak terlalu rewel jika dibandingkan dengan jenis burung lain.

Sebagai pemula yang baru awal-awal memelihara kacer, sebaiknya memilih yang bakalan. Dari bakalan inlah kamu bisa belajar dan memahami betul seperti apa merawat burung ini hingga gacor, jinak dan siap untuk lomba.