Penyakit Tanaman Jahe dan Obatnya

Dalam budidaya tanaman jahe, tidak bisa terhindar dari penyakit tanaman jahe dan hama yang sering menyerang dan tidak jarang pula menyebabkan kematian pada tanamn. Untuk itulah sobat perlu tau apa saja jenis penyakit dan hama yang sering menyerang dan dampak yang ditimbulkan agar sobat lebih mudah dalam melakukan identifikasi dan bisa mengambil tindakan pengobatan dengan tepat, akurat dan cepat.

Sebagai jenis tanaman yang bisa menghasilkan banyak uang, tidak sedikit orang yang beradu nasib dengan menanam tanaman jahe. Menanam jahe emprit dan jenis lainya bisa menggunakan berbagai media seperti botol bekas, karung bekas, polybag hingga wadah cat bekas. Untuk mendapatkan hasil panen yang besar, penanaman jahe dilakukan di lahan tanah kosong yang luas sehingga dapat menanam bibit dalam jumlah besar.

Kalau sobat pwhm orang baru dibidang budidaya jahe dan ingin mencoba keberuntungan juga, alangkah baiknya sobat pwhm kenali dulu apasaja masalah yang sering terjadi pada tanaman jahe dan sering menyebabkan gagal panen.

7 Penyakit Tanaman Jahe Beserta Obatnya

Busuk Rimpang
Jenis penyakit ini dikarenakan tanaman jahe terkena jamur Fusarium Oxysporum. Tanda tanaman jahe terkena jamur ini ialah rimpang membusuk, daun berwarna kuning dan lambat waktu tanaman mati. Cara mencegah terkena jamur Fusarium dengan merendam bibit jahe menggunakan larutan Mancozeb, Benomyl, Metil Tiofonat atau Karbendazim 2 jam sebelum bibit di tanam.

Rimpang Berwarna Coklat
Rimpang berubah warna menjadi coklat dan terdapat benjolan kecil pada batang tanaman merupakan tanda terkena penyakit Nematoda. Cara mengobatinya bisa menggunakan pestisida nabati ekstrak nimba, jarak dan tagetes. Bila perlu tambahkan pula nematisida (pestisida dari bahan kimia).

Daun Menggulung
Daun yang menggulung, ukuran tanaman abnormal dan rimpang mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan atau putih mendakan tanaman terkena bakteri Solanecearum. Mengobati penyakit ini menggunakan larutan fungisida dari bahan aktif seperti Bavistin dan M-45.

Bentuk Rimpang Abnormal
Penyakit pada tanaham jahe yang sering menyerang ialah bentuk rimpang abnormal dan terdapat telur kumbang dalam jumlah banyak. Hal itu menandakan tanaman jahe telah diserang oleh hewan kumbang. Cara mengobatinya menggunakan larutan nematisida dan insektisida dengan takaran dosis 1 gram untuk setiap tanaman jahe.

Daun Bergerigi
Bila tanaman jahe daunya bergerigi, berwarna coklat dan terdapat lubang, hal itu disebabkan oleh kepik. Langkah pencegahanya sobat pwhm bisa menggunakan larutan Betasiflutarin atau Pronofos. Semprotkan cairan tersebut keseluruh bagian tubuh tanaman jahe agar hewan kepik tidak mau menempel di tanaman jahe.

Akar Kering dan Rusak
Tanaman jahe yang mengalami akar rusak, kering dan mati akibat kuragnya asupan nutrisi serta unsur hara disebabkan oleh ulat yang berada di bagian akar. Hal ini bisa sobat pwhm cegah dengan larutan Krbofiuran, Bisultap, Fibronil, Karbisulfan, Bisultan atau Dimehipo dengan takaran dosis yang tertera pada produk tersebut.

Daun Menguning dan Beruguran
Penyakit tanaman jahe berbahaya yang terkahir yaitu mayoritas daun menggulung, layu, warna menjadi kuning dan berguguran akibat adanya kutu daun pada tanaman tersebut. Penyakait kutu daun bisa diobati dengan Abemektin, Amitraz, Metamil, Difokol dan pestisida berbahan aktif lainya. Untuk dosi penggunaan pada masing-masing tanaman sudah tertulis pada kemasanya.

Sekarang sobat sudah taukan apa saja penyakit yang sering menyerang tanaman jahe dan obat apa yang harus digunakan untuk mengobatinya. Setelah bertambahnya ilmu, merawat tanaman jahe lebih mudah dari sebelumnya. Semoga tulisan saya ini bisa membantu sobat pwhm dalam menambah wawasan di dunia budidaya jahe.