Tanaman Pagar untuk Rumah Minimalis Terlihat Cantik

Salah satu bagian rumah yang seringkali terlewatkan adalah pagar. Padahal selain sebagai benteng pertahanan, pagar juga bisa didekorasi hingga menciptakan kesan yang mendukung keseluruhan tema rumah. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan tanaman pagar untuk rumah minimalis.

Tanaman Pagar untuk Rumah Minimalis

Selain menjadikan pagar bercita rasa tinggi, menggunakan tanaman juga akan membuat rumah terlihat asri. Ada banyak jenis tanaman yang bisa Sobat gunakan sebagai pagar agar terlihat estetis.

16 Jenis Tanaman Pagar Hidup Untuk Rumah Minimalis

  1. Tanaman Pagar Bunga Soka (Ixora hybrida)

Bunga ini merupakan tanaman yang populer untuk digunakan sebagai pagar. Hal ini dikarenakan tanaman ini memang memiliki bunga yang indah dan tersedia dalam berbagai warna mulai dari pink, merah, putih dan kuning.

Perpaduan antara daun kecil berwarna hijau tua dengan bunga beraneka warna bisa membuat pagar rumah Anda terlihat cantik. Terlebih lagi bunga yang terkenal dengan sebutan Api dari Hutan atau Flame of The Jungle ini sangat mudah dipangkas dan dibentuk.

  1. Tanaman Pagar Teh-tehan (Acalypha siamensis)

Sekilas, tanaman ini memang mirip dengan tanaman teh sehingga dinamai Teh-tehan. Tanaman yang berupa semak ini bisa tumbuh dengan lebat sehingga cocok dijadikan sebagai pagar. Daun hijaunya yang rapat sangat mudah tumbuh dan dibentuk sesuai keinginan.

Tanaman ini juga populer di luar negeri, bukan hanya sebagai pagar tetapi juga penghias taman karena bisa dibentuk sesuai selera baik bentuk binatang, trigonometeri maupun bentuk abstrak sekalipun.

  1. Tanaman Pagar Mawar (Rosa)

Salah satu tanaman yang dipilih untuk menjadi tanaman pagar adalah mawar. Salah satu penyebabnya adalah duri pada tubuh mawar dapat menjaga kawasan rumah dari orang iseng yang ingin merambah ke dalam. Selain itu bunga mawar memiliki hingga 100 jenis sehingga Sobat bisa memilih beberapa untuk menghias pagar.

Dengan tinggi hingga 5 meter, tanaman ini tentu cocok untuk melindungi kawasan rumah dari pandangan luar. Perawatan bunga mawar pun tidak sulit, Sobat hanya perlu memangkasnya sesekali agar tidak terlalu rimbun dan bunganya bisa mekar lebih lama.

  1. Tanaman Pagar Kemuning (Murraya paniculata)

Terkadang banyak orang kerap keliru mengenali daun tanaman kemuning dengan daun jeruk karena memang mirip. Bedanya adalah ukuran dari daun kemuning lebih kecil daripada daun jeruk. Selain daunnya yang rimbun, kemuning memiliki bunga putih yang indah dengan kelopak yang lebarnya 12 – 18 mm.

Tanaman pagar yang cepat tumbuh ini menjadi favorit bukan hanya karena penampilannya yang indah, tetapi juga karena memiliki buah yang akan menambah cantik pagar Sobat ketika sudah matang karena berwarna merah bahkan oranye.

  1. Tanaman Pagar Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Tanaman yang berasal dari Asia Timur ini memiliki bunga yang berkelopak besar namun tidak harum seperti kebanyakan bunga. Kembang sepatu banyak dimanfaatkan sebagai pagar dan tanaman penghias taman untuk kediaman di wilayah tropis maupun subtropis. Warna bunga dari suku Malvaceae ini memiliki beragam warna mulai dari kuning, merah maupun pink.

Jika Sobat ingin menggunakan kembang sepatu sebagai pagar, Sobat harus menyiapkan media rambat yang dibentuk seperti pagar dahulu karena tanaman ini hidup secara merambat dengan menumpang pada benda lain.

  1. Tanaman Pagar Beluntas (Pluchea indica)

Tanaman pagar untuk rumah yang juga bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan obat herbal ini berasal dari famili Asteraceae. Karakteristik dari tanaman ini adalah bercabang dan memiliki rusuk yang halus. Selain itu pada tubuh tanaman ini memiliki bulu yang lembut.

Beluntas sejatinya adalah tanaman liar, sehingga ketika dijadikan sebagai pagar tidak memerlukan perawatan khusus karena dia bisa beradaptasi dengan cepat. Namun, Sobat tetap perlu memangkasnya agar rapi dan juga agar tidak terlalu menjulang tinggi karena tanaman ini bisa tumbuh hingga 3 meter.

  1. Tanaman Pagar Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia)

Karakteristik dari tanaman yang berasal dari famili Annonaceae ini adalah memiliki daun hijau yang mirip sirip dan bergelombang serta batang yang kokoh. Maka dari itulah tanaman ini sangat cocok dijadikan sebagai pagar karena kuat sehingga menimbulkan kesan yang tegas.

Pohon Glodokan Tiang juga sangat mudah ditemui di sepanjang jalan besar. Kekuatan akar pohon inilah yang membuatnya cocok untuk ditanam di sepanjang jalan karena kuat menahan angin sekaligus dapat menjadi penghasil oksigen dan peneduh bagi pengguna jalan dan peredam suara.

  1. Cemara Kipas (Platyladus orientalis)

Cemara kipas sangat cocok digunakan untuk tanaman pagar bagi rumah yang bertingkat. Hal ini karena pohon yang masuk dalam keluarga Platyladus Spach ini bisa tumbuh hingga 6 meter. Dengan ketinggian ini, pohon cemara bisa menjadi pagar sekaligus pelindung aktivitas pemilik rumah dari pandangan orang luar.

Walaupun kayunya ringan dan lembut, namun pohon cemara kipas mampu menahan laju angin, jadi Sobat bisa mendapatkan fungsi pagar dan estetika sekaligus. Kelebihan lainnya adalah aroma segar yang dihasilkan cemara kipas dapat menjadi penghalau ngengat.

  1. Bugenvil (Bougainvillea)

Bugenvil memiliki seludang bunga yang berwarna lembut. Ungu, oranye dan beberapa warna lain merupakan varietas Bugenvil yang cocok sebagai tanaman untuk pagar rumah minimalis. Selain karena warna seludang, daya tarik bunga yang sangat mudah tumbuh ini datang dari penampilannya yang ringkas.

Namun, sama seperti kembang sepatu, bugenvil cocok untuk dijadikan pagar apabila Sobat menyediakan juga media rambatnya. Hal ini dikarenakan bugenvil sukar untuk berdiri tegak. jadi dia membutuhkan penopang agar bisa menjadi pagar yang kokoh. Keindahan pagar bugenvil akan terlihat ketika kemarau dan meranggas sehingga tampak seperti tanaman dengan bunga tanpa daun.

  1. Kembang Telang (Clitoria ternatea)

Tanaman ini kerap ditemukan merambat di tepian hutan maupun di pagar sebagai tanaman hias. Kembang telang sekarag cukup populer di dunia internasional karena warnanya yang cantik. Dulu hanya terbatas orang dari Asia Tenggara yang memanfaatkan sari bunga telang untuk menghasilkan warna biru pada kue maupun makanan lainnya.

Kini banyak orang di penjuru dunia mengetahui khasiat tersebut. Tanaman yang masih dalam satu lingkup suku polong-polongan ini sangat mudah untuk tumbuh sehingga perawatannya pun tidak memerlukan trik khusus.

  1. Thunbergia (Thunbergia grandiflora)

Tanaman ini sejatinya bukan merupakan tanaman khas Indonesia melainkan dari Indocina, India, Nepal dan China. Namun keberadaan Thunbergia menjadi meluas karena keindahannya yang bisa digunakan untuk tanaman pagar yang indah dan sehat. Keindahan tanaman ini adalah berasal dari warna bunganya yaitu ungu dan putih.

Selain indah, daun tanaman ini juga berguna untuk mengobati gigitan ular, yaitu daun thunbergia jenis grandiflora. Thunbergia tumbuh secara menjuntai sehingga terlihat indah jika ditautkan ke pagar rumah Sobat. Perawatannya pun cukup mudah, Sobat hanya perlu memangkasnya sesekali agar terlihat rapi.

  1. Bambu Kuning (Bambusa vulgaris striata)

Bambu jenis ini banyak terdapat di Asia Tenggara. Dinamakan bambu kuning karena batangnya yang tinggi dan memiliki ruas mempunyai warna kekuningan. Bambu ini sangat cocok digunakan sebagai tanaman pagar hidup karena bisa tumbuh dengan rapat dan kokoh.

Selain itu, bambu kuning juga dipercaya dapat digunakan untuk menetralisir energi negatif yang ada di sekitar rumah. Bambu ini banyak dijumpai baik di kota maupun di desa sebab memang dibudidayakan karena banyak peminatnya.

  1. Bambu Jepang (Pseudosasa japonica)

Karakteristik bambu yang berasal dari Negeri Sakura ini adalah batangnya yang lurus. Batang bambu jepang juga lebih kecil dibandingkan dengan bambu lokal dan juga berbentuk meruncing. Bambu ini sangat cocok untuk memberikan kesan sejuk pada pagar rumah Sobat.

Selain itu, bambu yang bisa tumbuh hingga 7 meter dengan garis tengah selebar 2 – 10 cm ini juga memiliki aksen kekuningan berbentuk bintik. Tingginya yang pas sangat cocok digunakan sebagai pagar maupun tanaman hias.

  1. Kaktus Candi (Cereus tetragonous)

Siapa bilang jika tanaman kaktus tidak dapat digunakan untuk tanaman pagar? Buktinya kaktus yang memiliki bentuk mirip kastil ini bisa mematahkan stigma tersebut. Kaktus ini bisa tumbuh hingga ketinggian 2 meter.

Kaktus yang berasal dari Negeri Paman Sam ini disebut kaktus candi juga karena bentuknya yang mirip dengan candi ketika sudah dewasa.

  1. Lembang atau embet (Typha angustifolia)

Umumnya tanaman yang memiliki batang bulat ini digunakan untuk filter guna peningkatan efektivitas rawa buatan. Namun sekarang ini, tumbuhan yang berdiri kokoh dengan ketinggian mencapai 3 meter ini juga sudah dimanfaatkan sebagai tanaman pagar.

Bentuk dari lembang menyerupai rumput yang biasa ada di rawa, tapi habitat asli dari tanaman yang juga kerap disebut embet ini sebenarnya adalah di pegunungan. Selain digunakan sebagai penghias pagar, lembang juga bisa digunakan untuk menghiasi kolam dan akan sangat cantik jika ditemani dengan selada air maupun eceng gondok.

  1. Pucuk Merah (Syzygium paniculatum)

Tumbuhan ini dinamakan pucuk merah karena ketika dipangkas maka tunas muda yang baru tumbuh akan berwarna merah kekuningan. Warna tunas ini sangat cantik sehingga cocok digunakan sebagai tanaman hias untuk memperindah pagar kediaman Sobat. Namun tanaman ini tidak dapat tumbuh tinggi sebab memang tergolong dalam tanaman semak.

Menggunakan tanaman pagar untuk rumah minimlais bisa menjadi solusi pembuatan pagar untuk hunian Sobat. Selain lebih murah, perawatan tanaman ini juga lebih mudah dan bisa menambah kecantikan rumah Sobat dari luar.

Baca juga :

Tanaman untuk mengusir nyamuk dalam rumah

12 Contoh tanaman hidroponik dan cara menanamnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *