Tumbuhan Langka di Indonesia yang Dilindungi

Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, bahkan beberapa tumbuhan langka di Indonesia adalah tumbuhan yang hanya hidup di tanah air dan tidak ada di negara lainnya. Karena keadaannya yang hampir punah, maka tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan tumbuhan-tumbuhan ini. Jumlah mereka yang sudah sangat sedikit menjadikan mereka tanaman yang harus dilindungi dan dikonservasi.

Tumbuhan Langka di Indonesia

Gambar kantong semar tumbuhan langka di Indonesia

17 Nama Tumbuhan Langka di Indonesia

  1. Rafflesia Arnoldii

Jika kebanyakan bunga berbau harum, maka bunga yang dinamakan Rafflesia Arnoldii ini malah kebalikannya. Bunga yang diameternya bisa mencapai 1 meter ini malah berbau busuk dan bisa sangat menyengat. Bunga yang membutuhkan waktu hingga 9 bulan agar bisa berkembang sempurna ini bisa mencapai berat hingga 10 kg.

Selain karena besarnya bunga dan baunya yang tajam, salah satu yang menjadi daya tarik dari tanaman langka ini adalah karena masa mekarnya yang singkat, yaitu hanya satu minggu saja. Setelahnya, bunga yang hanya tumbuh di wilayah Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan ini akan layu dan mati.

Bunga yang juga disebut dengan nama Padma Raksasa ini mengambil nama dari penemunya yaitu Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold. Mereka berdua menemukan bunga Rafflesia pada tahun 1818 ketika menjelajahi Manna di Pulau Sumatera.

  1. Bunga Bangkai

Mungkin masih ada di antara Sobat yang mengira bahwa Bunga Bangkai dan Rafflesia Arnoldii adalah bunga yang sama. Banyak orang mengira demikian, hal ini karena keduanya sama-sama mengeluarkan bau busuk, walaupun bau dari Bunga Bangkai lebih menyengat.

Sebenarnya bunga yang juga disebut dengan nama Suweg Raksasa atau Titan Arum ini berbeda dengan Rafflesia. Salah satu yang membedakan antara kedua tumbuhan yang hampir punah ini ada pada bentuknya. Rafflesia berbentuk kelopak, sedangkan Titan Arum berbentuk terompet. Jadi bunga Rafflesia tumbuh secara melebar sedangkan Titan Arum menjulang ke atas hingga 4 meter.

Bunga Bangkai memperoleh makanan dari sari serangga yang terperangkap ketika tertarik dengan bau busuk yang keluar darinya, sedangkan bunga Rafflesia memperoleh makanan dengan menghisap zat hara dari tumbuhan lain yang dirambatinya.

  1. Kantong Semar

Tumbuhan yang masih bisa dijumpai di kedalaman hutan tropis Sumatera dan Kalimantan ini sering disebut juga dengan nama Nepenthes. Jenis dari tumbuhan karnivora ini ada banyak dan semuanya termasuk dalam tumbuhan langka karena tidak bisa hidup di sembarang tempat dan jumlahnya terbatas.

Sama seperti namanya, tumbuhan ini berbentuk seperti kantong yang memanjang. Tanaman ini menghasilkan aroma yang khas yang dapat menarik serangga untuk mendekatinya. Nantinya serangga tersebut akan terperangkap di dalam kantong dan menjadi makanan bagi Kantong Semar, maka dari itulah tanaman ini termasuk dalam jenis karnivora.

  1. Bunga Edelweis

Bunga ini merupakan bunga langka di Indonesia yang terkenal, terutama bagi mereka yang menyukai kegiatan pecinta alam. Pasalnya, bunga yang juga disebut dengan Anaphalis javanica ini tumbuh di dataran tinggi, khususnya di pegunungan Jawa. Jadi bagi Sobat yang suka mendaki gunung, pasti tidak asing dengan keberadaan bunga ini.

Bunga ini juga dinamakan bunga abadi, sebab tumbuhan yang berwarna putih ini tidak akan langsung layu walaupun sudah dipetik, bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun, bahkan satu abad, tanpa menjadi busuk. Keunikan inilah yang membuatnya kerap diburu mereka yang menjumpainya, hingga akhirnya menyebabkan populasi Edelweis menjadi terancam.

  1. Anggrek Tebu

Anggrek yang terbesar di antara spesies anggrek lainnya ini memiliki beberapa nama lain. Beberapa nama tersebut antara lain Grammatophyllum speciosum, Anggrek raksasa, Anggrek harimau, atau Ratu anggrek. Bunga yang memiliki warna kuning berbintik coklat dan merah, ada pula yang merah kehitaman ini bahkan termasuk yang terbesar di antara anggrek manapun di dunia.

Bunga ini memang besar dan juga berat. Bayangkan saja, beratnya bisa mencapai 1000 kg bahkan lebih untuk satu rumpun anggrek dewasa dengan panjang yang bisa mencapai 3 meter. Bunga ini juga sangat awet. Walaupun sudah dipotong dari batangnya, namun bunga ini masih bisa hidup sampai 60 hari lamanya.

  1. Anggrek Hitam

Bunga yang memiliki nama ilmiah Coelogyne pandurata ini bisa ditemui di Sumatera, Semenanjung Malaya dan terutama di Kalimantan. Karena keunikannya, tumbuhan khas Indonesia ini juga menjadi maskot flora untuk wilayah Kalimantan Timur, sebab bunga yang memiliki lidah hitam ini banyak tumbuh di provinsi tersebut.

Bunga dengan nama internasional Black Orchid ini juga tumbuh di dataran rendah Papua, namun ada beberapa perbedaan antara Anggrek Hitam Kalimantan dan Papua. Bunga Anggrek Kalimantan memiliki kelopak yang berwarna hijau, sedangkan Papua lebih gelap. Perbedaan lain adalah bau bunga Anggrek hitam Papua lebih kuat dibandingkan dengan Kalimantan.

  1. Anggrek Hartinah

Jika mendengar namanya memang sungguh sangat Indonesia sekali. Hal ini dikarenakan bunga ini diberi nama sesuai dengan nama ibu negara kedua Indonesia, yaitu Raden Ayu Siti Hartinah atau yang lebih dikenal dengan nama ibu Tien Soeharto.

Bunga ini pertama kali dijumpai keberadaannya di Kabupaten Samosir pada tahun 1976 dan memang merupakan tumbuhan endemik dari Sumatera Utara. Bunga ini juga dikenal dengan nama Cymbidium hartinahianum.

  1. Daun Payung atau Daun Sang

Tanaman ini selain tumbuh di wilayah Sumatera, juga dapat ditemui di daerah Malaysia, Thailand dan Kalimantan. Disebut sebagai Daun Payung karena memang daunnya sangat lebar dan besar. Bahkan ketika tanaman ini dewasa, tingginya bisa melebihi tinggi orang dewasa.

Daun ini juga sering dipakai sebagai atap. Nama lain dari daun ini sangat banyak mulai dari Sang Gajah, Daun Salo hingga Sang Minyak. Penemu Daun Payung adalah Profesor Teijsman sehingga nama ilmiahnya pun menjadi Johannestijsmania altifrons.

  1. Sarang Semut

Tumbuhan langka di Indonesia ini memiliki ketinggian hingga 8 meter. Jika Sobat ingin menemukan tumbuhan yang menjadi sarang bagi semut ini maka harus mendatangi dataran tinggi di daerah Papua.

Tumbuhan yang hidup menumpang di pohon besar ini memang hidup di daerah dengan ketinggian sekitar 1100-2500 MDPL. Dengan nama ilmiah Myrmecodia Pendana tumbuhan ini menjadi salah satu tumbuhan langka di Indonesia yang patut dilindungi.

  1. Pohon Damar

Pohon ini memiliki manfaat yang banyak, salah satunya adalah sebagai bahan pembuatan kopal yang nantinya digunakan sebagai bahan pembuatan vernis. Bagian dari pohon yang digunakan adalah getahnya. Sedangkan kayunya juga bermanfaat untuk membuat berbagai perabot.

Karena kegunaanya yang beragam inilah populasi Damar menjadi menipis sebab banyak ditebang. Tinggi pohon Damar bisa sampai 60 meter.

  1. Enau atau Aren

Pohon yang kerap dikenal sebagai bahan baku penghasil gula ini termasuk dalam suku palma. Pohon yang memiliki nama ilmiah Arenga pinnata ini bisa tumbuh sangat besar, garis tengah badan pohonnya bisa mencapai 65 cm dengan tinggi 25 m. Buah pohon aren juga bisa digunakan sebagai bahan isian minuman yaitu kolang-kaling.

  1. Tembesu

Persebaran tumbuhan ini cukup merata. Sobat bisa menemukan tumbuhan yang masuk dalam famili Loganiaceae ini di wilayah Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan dataran rendah dan bisa hidup di tanah yang liat dan berpasir. Tembesu memiliki inti kayu yang berwarna kuning keemasan ataupun coklat jingga.

  1. Cendana

Jika Sobat pernah melihat komposisi di dalam kemasan parfum Sobat dan bertuliskan Sandalwood, maka artinya ada bahan Kayu Cendana di dalamnya. Memang kayu yang wangi ini kerap digunakan sebagai bahan pembuatan parfum, dupa dan wewangian lainnya.

Wanginya yang awet membuat kayu cendana menjadi sangat mahal. Selain itu kayu cendana juga sukar untuk dibudidayakan sehingga jumlah pohon ini sangat terbatas.

  1. Kokoleceran

Tumbuhan langka yang dilindungi ini merupakan maskot Provinsi Banten. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan endemik Provinsi Banten dan Sobat tidak akan bisa menemukannya di wilayah lain. Sobat hanya dapat menemukan tanaman ini di Taman Ujung Kulon dan jumlahnya pun sudah sangat terbatas.

  1. Pohon Jelutung

Dulu getah pohoh jelutung kerap dimanfaatkan sebagai bahan dasar permen karet. Namun seiring dengan menurunnya populasi, maka pohon ini menjadi pohon yang dilindungi. Hal ini membuat penggunaan pohon jelutung sangat dibatasi. Ketinggian pohon ini bisa mencapai 75 cm dengan garis tengah sebesar 159 cm.

  1. Buah Tengkawang.

Sebagai tumbuhan yang terancam punah, buah yang juga dikenal dengan nama Borneo Tallow Nut atau Illipe Nut memang sudah jarang bisa dijumpai, bahkan di wilayah tumbuhnya sekalipun. Sobat bisa menemukan buah ini di daerah Kalimantan dan Sumatera. Karena hanya tumbuh di kawasan Provinsi Kalimantan Barat, maka buah ini pun dijadikan sebagai maskot.

  1. Bayur 

Pohon ini memiliki nama ilmiah Pterospermum javanicum. Pohon ini banyak diburu karena bisa menghasilkan kayu dengan mutu yang sangat baik. Kayu ini bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan perabot maupun material bangunan. Hal itulah yang membuat pohon ini menjadi langka dan masuk ke dalam tanaman yang dilindungi.

Tumbuhan langka di Indonesia menjadi tanggung jawab setiap warga negara untuk menjaganya. Kelestarian tumbuhan ini dapat menjadi kekayaan yang tidak terbatas bagi generasi penerus dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *